Skip to main content

Ratusan Mahasiswa malakukan aksi diKantor Gubernur Bengkulu, Desak Helmi Hasan Temui Massa

Bengkulu, Siberspace.id -- Suasana di Kantor Gubernur Bengkulu memanas saat ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi—termasuk Universitas Bengkulu (Unib), Unihas, Unived, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB)—menggelar aksi unjuk rasa pada Senin sore (2/6).

 

 

Dengan membawa semangat perubahan, para mahasiswa mengepung gerbang kantor gubernur, mendesak Gubernur Helmi Hasan untuk keluar menemui mereka. Aksi ini berlangsung di bawah terik matahari, namun tidak menyurutkan semangat massa yang terus menyuarakan kritik pedas terhadap kinerja sang gubernur.

 

Puluhan aparat kepolisian tampak berjaga ketat di pintu gerbang utama, menghadang upaya mahasiswa yang sempat mengancam akan menerobos masuk jika tuntutan mereka diabaikan. Sejumlah orator mahasiswa secara bergantian menyuarakan keluh kesah dan tuntutan melalui pengeras suara.

 

“Kinerja seratus hari Helmi Hasan belum terlihat nyata! Pajak opsen mencekik rakyat, pelabuhan tak kunjung dikeruk, jalan-jalan rusak masih dibiarkan,” seru seorang mahasiswa dengan lantang.

 

Isu terbaru yang memicu amarah mahasiswa adalah pernyataan Helmi Hasan yang dianggap meremehkan aksi mereka. Sang gubernur disebut-sebut menyebut unjuk rasa sebagai "caci maki dan sumpah serapah". Pernyataan itu memantik reaksi keras dari mahasiswa yang merasa dilecehkan.

 

 

“Helmi Hasan bilang aspirasi kami hanya caci maki? Kami sakit hati! Kami minta beliau minta maaf secara terbuka!” teriak seorang mahasiswa lainnya di tengah kerumunan.

 

 

Meski situasi sempat memanas, aksi tetap berlangsung damai di bawah pengawalan aparat yang memilih berjaga tanpa melakukan tindakan represif. Hingga sore menjelang malam, Gubernur Helmi Hasan belum juga muncul di hadapan massa.

 

 

Aksi ini diperkirakan akan terus berlanjut jika tuntutan mahasiswa tidak segera ditanggapi secara serius oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

 

Reporter : Ahmad jaya

Editor : Melinda

Wilayah