Skip to main content

Virus Baru, Dinkes Provinsi Bengkulu Minta Warga Tetap Waspada

Bengkulu, Siberspace.id -- Terbaru, Saat ini terdeteksi adanya Virus Nipah, yang menyebar kepada manusia dan hewan yang mengkonsumsi makanan mentah khususnya yang terkontaminasi ludah atau urin kelelawar buah. Kamis (21/9/2023)

 

Penyakit ini juga bisa menyebar karena kontak erat dengan orang yang terinfeksi Virus Nipah dan dari hewan seperti kambing, sapi dan babi yang memakan makanan yang terkontaminasi ludah kelelawar buah. 

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan penyebaran virus tersebut awalnya teridentifikasi di sebuah peternakan babi di Malaysia yang saat itu beberapa hewan menunjukkan gejala demam, sulit bernafas dan kejang. Kemudian di India, dikabarkan penyebaran virus menyebabkan dua orang meninggal dunia.

 

Sementara di Indonesia, pihak Kementerian Kesehatan RI belum mengeluarkan rilis ataupun peringatan terhadap virus baru tersebut.

 

“Biasanya Kementerian Kesehatan RI, kalau ada peningkatan penyakit di dunia (diluar negara Indonesia) pasti akan menyampaikan informasi atau surat edaran ke tingkat daerah. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada namun kita tetap waspada,” ujar Herwan Antoni 

 

Berbagai gejala penyakit yang disebabkan Virus Nipah yaitu memiliki masa inkubasi sekitar 4 – 14 hari, demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak nafas dan muntah.

 

Reporter : Edoin

Editor : Muldianto

Wilayah