Sumur Tercemar Limbah SPBU, Warga Desak Tutup SPBU
Kepahiang, Siberspace.id -- Warga Pasar Tengah, Kepahiang desak pemerintah menutup Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 2439112 Pasar Kepahiang. Karena telah mencemari sumber air Masyarakat terutama sumur milik warga sekitar. Rabu (6/9/23)
Akibat limbah dari SPBU, satu sumur warga milik Samaun Aras (60), rumahnya tepat berada di depan SPBU yang berjarak kurang lebih 30 meter, airnya sudah tidak bisa digunakan lagi. Tingginya kandungan BBM di air sumur itu, dibuktikan air sumur telah berubah warna menjadi hitam ke biru-biruan dan berbau minyak. Selain itu, ketika air sumur didekati api, langsung menyambar, api pun menyala besar.
Pada pencemaran periode pertama, sumur yang terdampak hanya yang berjarak 30-50 meter dari SPBU. Namun pada pencemaran periode kedua ini, sudah lebih luas radius pencemarannya, hingga 100 meter dari SPBU. Akibatnya, puluhan kepala keluarga di Pasar Tengah terancam tindak mendapatkan air bersih akibat tercemar limbah SPBU Pasar Kepahiang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepahiang bersama Unit Tipiter Satreskrim Polres Kepahiang mengambil sampel air sumur yang diduga tercemar oleh limbah SPBU. Dikatakan Samaun Aras, limbah SPBU mencemari sumber air setempat sudah terjadi beberapa tahun terakhir.
“Kami masyarakat menyarankan SPBU ini ditutup, karena kami sudah lama menanggung derita ini. Bahkan sumur saya benar-benar tidak bisa dipakai lagi karena sudah tercemari limbah minyak sangat banyak. Kita lihat saja sendiri tadi airnya bisa dibakar api,” tutur Samaun
Untuk kebutuhan sehari-hari Samaun terpaksa menggunakan air sumur milik warga di gang belakang rumahnya yang tidak terlalu tercemar. Dia sudah berapa kali melaporkan kejadian pencemaran ini kepada RT setempat, dan disampaikan langsung ke manajemen SPBU.
“Dulu pencemaran yang pertama sudah dilaporkan dan diatasi. Kemudiaan timbul lagi pencemaran kedua ini. Lebih parah lagi kejadiannya. Di pencemaran kedua ini, sampai-sampai masjid yang ada di belakang, sumurnya juga ikut tercemar,’’ bebernya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepahiang, Ansori M mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan, ditemukan adanya pencemaran lingkungan yang bersumber dari SPBU Pasar Kepahiang.
"Air di rumah warga sudah tercemar. Rasa dan baunya seperti tercampur BBM,” kata Ansori usai sidak ke SPBU dan rumah warga.
Atas kejadian ini, Ansori meminta SPBU tersebut bertanggung jawab. Segera melakukan perbaikan jika ada pipa BBM yang bocor, paling lama dalam satu minggu ini.
Reporter : Melinda Eka
Editor : Muldianto
- 250026 views