SMAN 10 Seluma Jadi Lokasi Sosialisasi Sekolah Aman dan Bebas Bullying
Siberspace.id, Seluma - Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Bengkulu. Salah satunya melalui sosialisasi pencegahan bullying dan kekerasan terhadap anak yang dilaksanakan di SMAN 10 Kabupaten Seluma, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diselenggarakan melalui Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu.
Sosialisasi mengusung tema “Mari Kita Bebaskan Bumi Merah Putih dari Tindakan Bullying dan Kekerasan terhadap Anak” dan diikuti 65 peserta yang mayoritas merupakan siswa sekolah tersebut.
Kepala SMAN 10 Kabupaten Seluma, Misnur Agustina, S.E., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan itu. Ia menilai sosialisasi menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menghadapi persoalan perundungan dan kekerasan.
Misnur berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan peserta, terutama dalam menjaga perilaku, membangun karakter, dan menentukan langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang tidak diinginkan.
“Harapan kami, anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik, baik dari segi adab, ilmu, maupun karakter. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi persoalan atau tindakan kekerasan,” ungkapnya.
Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Ns. Gusti Miniarti, S.Kep., M.H., mengatakan pemahaman mengenai kekerasan perlu diberikan sejak dini agar anak mampu mengenali perilaku yang berpotensi menyakiti orang lain.
Ia menjelaskan bahwa kekerasan dapat berbentuk fisik maupun verbal. Ejekan, perkataan yang merendahkan, serta candaan berlebihan yang menyakiti orang lain merupakan perilaku yang perlu dicegah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Hastuty Mahdalena, S.Sos., M.Si., mengajak para siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Siswa yang melihat tindakan kekerasan diharapkan segera menyampaikan laporan kepada guru BK atau pihak sekolah.
Dari sisi psikologis, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., dari HIMPSI Wilayah Provinsi Bengkulu sekaligus dosen psikologi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, mengingatkan pentingnya keberanian korban untuk mengungkapkan pengalaman kekerasan dan memperoleh pendampingan.
Sementara itu, Panit PPA Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu, Freddy Simaremare, S.H., memberikan materi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa tentang perlindungan diri sekaligus membangun budaya saling menghormati di lingkungan pendidikan.
Dengan dukungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan lembaga terkait, upaya pencegahan perundungan diharapkan dapat berjalan berkelanjutan demi terwujudnya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
- 250052 views