Skip to main content

Setelah Dilakukan Pengembangan, Ini Sebab 52 Siswi SMP di BU Lukai Tangan Sendiri

Bengkulu Utara, Siberspace.id - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Bengkulu, Selasa pagi 14/03/23 mendatangi SMPN 01 Bengkulu Utara (BU).

 

Kepala UPTD PPA Provinsi Bengkulu Ainunl Mardianti mengatakan, kedatangan rombongannya ini guna melakukan uji kepribadian secara intens, sekaligus trauma healing, terhadap 52 siswi yang melakukan aksi self harm menyayat tangan sendiri.

 

Dijelaskan Ainul, tes kepribadian dilakukan dengan tanya jawab kepada para siswi. Maka dengan itu pihaknya dapat melihat kepribadian di dalam diri anak, traumatis, kecemasan, rasa percaya diri dan masa lalu.

"Jadi sudah terjawab, dalam hal ini semata-mata urusan pribadi mereka yang dituangkan dalam bentuk perilaku itu," ucap Ainul.

Diungkapkan Ainul, beberapa siswi memang mengalami berbagai masalah. Diantaranya terdapat belasan siswi yang mengalami permasalahan di dalam keluarga.

"Yang terparah karena faktor keluarga, ada orang tuanya yang terlalu keras, aturan terlalu keras, ridak fleksibel, anak mengalami kegagalan, atau orang tua yang broken. Saya melihat yang perlu perhatian khusus ada 15 anak," lanjut Ainul.

Selain permasalahan keluarga, berbagai masalah lain terjadi terhadap beberapa siswi lainnya. Termasuk ada pula yang hanya sekedar meniru apa yang dilakukan oleh temannya.

"Mereka juga terpengaruh konten video di media sosial. Tetapi secara rasional, mereka tidak pernah tahu yang diperbuat itu bahaya atau tidak. Makanya anak-anak ini dilindungi oleh Undang-Undang,"  kata Ainul.

Ainul juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Memberikan pemahaman, motivasi, dan (Cdy) pembelajaran agar hal ini tidak terulang kembali.

Wilayah