Skip to main content

RSKJ Bengkulu Beri Penyuluhan Pencegahan Bunuh Diri, Kenali Ciri-ciri Beserta Penyebab

Bengkulu, Siberspace.id -- Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu, Senin (9/10/2023) memberi penyuluhan terkait bunuh diri dan kemungkinan untuk mencegahnya.

 

Pada Kegiatan penyuluhan ini, dilaksanakan oleh petugas dari Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas), yang berkoordinasi dengan unit-unit yang ada di RSKJ, dalam program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

 

Dengan pemateri yang memberi materi, yaitu dr. Lucy M. Bangun SpKJ yang merupakan Psikiater di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

 

Dalam penyuluhan ini peserta tersebut ada puluhan peserta yang merupakan petugas, pasien, keluarga pasien dan masyarakat yang datang ke Poli Rawat Jalan RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

 

"Hari ini kita memberikan penyuluhan terkait dengan bunuh diri dan kemungkinan untuk mencegahnya," ujar dr. Lucy M. Bangun SpKJ.

 

Ada 3 kategori risiko bunuh diri, di antaranya yaitu melalui isyarat, ancaman dan percobaan. Untuk isyarat, pasien akan mengungkapkan perasaan seperti rasa bersalah, sedih, marah, putus asa, dan tidak berdaya.

 

Untuk melalui ancaman, ancaman bunuh diri umumnya diucapkan oleh pasien, berisi keinginan untuk mati disertai dengan rencana untuk mengakhiri kehidupan.

 

Terakhir percobaan, yaitu ditandai dengan tindakan mencederai diri sendiri, misalnya gantung diri, minum racun, memotong urat nadi, atau terjun dari tempat tinggi.

 

Di antaranya pola asuh, riwayat perilaku agresif, konflik dalam keluarga, kehilangan anggota keluarga, perpisahan. Konflik dengan pacar, dibuli, dipermalukan oleh teman sebaya,sering dihukum, nilai jelek, ekonomi yang sulit, dan lain-lain.

 

Selain itu seseorang yang berpotensi melakukan bunuh diri dapat dikenali, datang dengan tanda- tanda fisik, pikiran, perasaan, dan perilaku. Untuk tanda fisik, biasanya tidak peduli penampilan, hilang hasrat seksual, gangguan tidur, hilang nafsu makan, dan keluhan kesehatan fisik.

 

"Terakhir ada tanda perilaku, yaitu menarik diri, tidak tertarik dengan hal-hal yang dulu disukai, perilaku tidak menentu, perubahan perilaku drastis, impulsif. Mutilasi diri, mengembalikan barang-barang, menitipkan wasiat,serta menitipkan hal-hal yang dicintai," ungkap Lucy.

 

Jika menemui adanya ciri-ciri tersebut, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Tentunya dengan cara melakukan pendekatan serta merangkul orang yang bersangkutan.

 

Jika perlu orang yang diduga berpotensi untuk bunuh diri juga bisa dibawa ke RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, untuk mendapatkan layanan dari psikiater yang ada di RSKJ.

 

Reporter : Edoin

Editor : Muldianto

Wilayah