Pelestarian Bahasa Daerah Dan Berbagai Keragaman Dialek Di Provinsi Bengkulu
Bengkulu, Siberspace.id -- Provinsi Bengkulu memiliki seraikain Dialek dan Bahasa Daerah yang perlu dilestarikan. Minggu (27/11/23)
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Dwi Laily Sukmawati menjelaskan, ada 20 Produk Penerjemahan dari bahasa Daerah ke bahasa Indonesia. Jadi ada serangkain bahasa yang di gunakan terdiri dari bahasa Bengkulu, Bahasa Rejang, dan Bahasa Enggano.
"Dengan seraikain dialek ada dielek Pekal, dialek Kaur, Mukomuko, Nasal, Kota, Pasemah, Serawai, sementara bahasa Rejang sendiri ada dialek Curup, Kepahiang, Argamakmur, Lebong, jadi kami mengupayakan semua dialek yang ada di Bengkulu ada cerita rakyatnya. Jadi terwakili bahwa cerita anak itu memang khusus bahasa yang ada di Provinsi Bengkulu," ucapnya.
Terkait pelestarian bahasa daerah, kita tetap mengacunya ke Trigata Bangun Bahasa jadi anakpun harus tetap menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi tidak melupakan bahasa ibunya. Serta penguasaan bahasa asing artinya anak boleh menggunakan bahasa Indonesia karena memang bahasa pengantar utama kita bahasa Indonesia.
"Tetapi dilingkungan keluarga, dilingkungan keakrapan teman dan hal-hal yang tidak bersifat resmi tetap menggunakan bahasa daerah untuk menjaga identitas atau karakter kedaerahan," lanjutnya.
Buku yang diterbitkan yaitu Cerita anak berbahasa daerah Bengkulu-Indonesia. Fokus kami memang adalah cerita-cerita atau reprensi untuk anak karena saat ini belum ada cerita-cerita anak apalagi versi penerjemahan di Provinsi Bengkulu.
"Jadi kami bisa memastikan bahwa Produk dari Kantor Bahasa merupakan Produk satu-satunya cerita anak versi bahasa daerah kedalam bahasa Indonesia," jelasnnya.
Berdasarkan kajian dialektologi yang pemetaan bahasa daerah sampai detik ini kami masih menggunakan dialektologi yang ada dibadan bahasa bahwa ada tiga bahasa lokal, bahasa Enggano, Bahasa Bengkulu dan Bahasa
Rejang.
"Kemudian ada tiga bahasa pendatang yaitu Bahasa Jawa, Bahasa Sunda dan Bahasa Minang. Dan ada delapan belas seraikaian dialek bahasa baik bahasa lokal maupun pendatang," tutupnya.
Reporter : Muldianto
Editor : Monica
- 250035 views