Skip to main content

Langka, Gas LPG 3 KG Di Eceran Tembus 30 Ribu

Bengkulu, Siberspace.id - Gas LPG 3 Kg kembali langka. Di Kota Bengkulu, pantauan di lapangan jika pun ada harga jualnya di tingkat eceran sudah mencapai Rp30 ribu per tabung.

Padahal, sesuai putusan kenaikan HET Gas 3 Kg Nomor K.212.B1 Tahun 2023 di Provinsi Bengkulu yang baru ditetapkan per 1 Juni lalu, HET  gas LPG 3 Kg hanya Rp19 ribu per tabung.

Sejauh ini, penerapan kebijakan penjualan gas LPG 3 Kg di pangkalan menggunakan aplikasi Merchant Pertamina menyulitkan masyarakat. Kesulitan ini dimanfaatkan oleh para pengecer dengan menjual gas subsidi hingga Rp30 ribu per tabungnya.

Tapi belum semua pangkalan gas subsidi menerapkan kebijakan  tersebut, ada beberapa pangkalan yang masih menjual gas susbsidi dengan sistem manual.

Lantaran masih beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Karena butuh proses untuk mendaftarkan terlebih dahulu NIK KK dan KTP pembeli. Salah satu pangkalan tabung gas elpiji yang sudah mewajibkan pembeli dengan menggunakan sistem online melalui aplikasi khusus dari Pertamina, yakni pangkalan gas subsidi milik Adam, di jalan Bumi Ayu Raya Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Salah seorang karyawannya, Deni Aryanti mengatakan tanpa terkecuali warga yang membeli tabung gas di pangkalan itu harus melalui sistem online. Karena dirinya menyebut sudah diwajibkan oleh agen gas LPG 3 Kg.

“Seluruh, jadi siapa saja yang membeli harus di cek terlebih dahulu lewat aplikasi. Kalau namanya terdaftar barulah kita kasih, kalau namanya tidak terdaftar tidak akan kita kasih,” ucapnya.

Sampai saat ini memang masih banyak warga yang belum memahami kebijakan ini. Sebelumnya sudah diberi tahu bahwa membeli gas elpiji 3 kilogram sekarang tidak bisa pakai KK lagi. Akan tetapi harus terdaftar terlebih dahulu di online. 

Untuk itu dirinya mengatakan kepada setiap warga yang belum terdaftar harus terlebih dahulu mendaftarkan NIK KTP dan KK nya, barulah bisa membeli tabung gas di pangkalan.

“Ya, harus terdaftar terlebih dahulu, karena sudah menjadi kebijakan dari agennya seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan gas LPG 3 Kg di Jalan Meranti 4 Kelurahan Sawah Lebar Baru, Erfan Hadijaya mengatakan bahwa, untuk di pangkalan gas miliknya belum menerapkan sistem pembelian secara online.

Warga yang membeli harus wajib membawa foto copy KK dan KTP satu per satu. Jatah gas subsidi untuk usaha mikro (UMKM) yang sebelumnya bisa mendapatkan lebih dari dua tabung gas, saat ini hanya bisa mendapatkan jatah dua tabung gas subsidi saja.

“Saat kita masih memakai foto copy KK dan KTP. Untuk selanjutnya ke depan barulah kita menerapkan apa yang sudah diwajibkan. Yaitu pembelian tabung gas melalui sistem online,” paparnya.

Memang saat ini masih banyak warga yang kesulitan. Karena kebanyakan mereka membeli gas subsidi tersebut ingin cepat dan tidak mau ribet.

Sehingga cukup banyak juga masyarakat yang mengeluh. Terkadang mereka pun tidak mendapatkan jatah, karena kehabisan.

“Ya seperti inilah kondisi nya pak, bisa dilihat sendiri kan, kadang kehabisan, jatah satu minggu sekali hanya satu tabung gas,” ujarnya.

Salah satu warga jalan sepakat 12 Kelurahan Sawah lebar baru Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, Normala (38) mengatakan bahwa pembelian tabung gas saat ini menyulitkannya.

Karena prosesnya ribet. Padahal dirinya membeli hanya untuk pemakaian kebutuhan rumah tangga, namun kita kesulitan dan terkadang saat mengantre membeli di pangkalan dirinya tidak dapat lantaran sudah kehabisan.

“Susah, kalau tidak ngantri di pangkalan harga di eceran mahal nian,” ucapnya

 

Editor : Muldianto

Reporter : Melinda

Wilayah