Skip to main content

Jadi Korban Bully Teman Dan Oknum Guru, Siswa Di Bengkulu Takut Masuk Sekolah

Proses Mediasi Beberapa siswa diduga pelaku bullying. Foto : Melinda Eka Pertiwi/Siberspace.id 

 

Bengkulu, Siberspace.id - Kasus Bullying kembali terjadi di Kota Bengkulu, Mirisnya Bullying ini diduga dilakukan oleh oknum guru dan beberapa siswa lainnya. 

 

Pelajar perempuan kelas XII IPA di sebuah SMA Negeri di Kota Bengkulu itu mengalami bullying sejak duduk di bangku kelas X. Korban berinisial K itu sudah mengalami bullying selama 3 tahun. Parahnya, hal ini dilakukan juga oleh oknum guru yang berjumlah 4 orang dan 9 Pelajar. 

 

Dalam melakukan bullying ini, oknum guru melontarkan perkataan yang diduga menfitnah korban hingga membuat korban trauma dan tertekan. 

"Anak saya menjadi korban bullying, memang tidak secara fisik, namun secara verbal. Anak saya dijauhi, difitnah, dikata-katai hal yang tidak menyenangkan dan itu dilakukan berulang-ulang kali," kata HM, orang tua dari siswi korban bullying

HM mengatakan, bullying itu terungkap setelah anaknya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat autoimun serta dampak bullying yang diterimanya.


"Karena khawatir kondisi kesehatan psikologis anak, kami melaporkan ke pihak sekolah dan meminta pihak sekolah untuk menyelesaikan persoalan anak kami yang mengalami bullying oleh oknum guru serta kawan-kawan anak kami," jelas HM.

Sementara itu, terungkap bahwa sekolah yang dimaksud adalah SMA Negeri 9 Bengkulu. Kepala SMAN 9 Bengkulu Basuki Dwiyanto mengakui adanya perundungan yang dilakukan 4 oknum pengajar serta belasan siswa-siswi terhadap korban K.

Atas kejadian itu, Basuki mengaku bahwa pihak sekolah telah melakukan mediasi antara orang tua korban dengan oknum yang diduga merundung korban.
 


"Dia (K) ingin menyampaikan keinginan yang baik, tapi mungkin caranya yang kurang pas. Dari teman-teman guru atau teman-teman staf usaha ketika memperlakukan anak (K) kurang pas, sebenarnya tidak ada niatan untuk membullying anak-anak kita," ujar Basuki



Dengan adanya peristiwa perundungan ini, Basuki berharap pihak sekolah, baik tenaga pendidik maupun anak didik di lingkungan SMAN 9 Bengkulu, menjadikannya pelajaran agar tidak diulangi kembali. Ia menegaskan, tidak boleh ada tindakan perundungan atau kegiatan yang dapat merugikan atau bahkan mengakibatkan dampak sosial yang tidak baik bagi anak didik.


"Hasil mediasi ini kita lakukan dengan mempertemukan kedua belah pihak, yang kemudian diakhiri dengan permohonan maaf dari oknum guru maupun siswa-siswi yang diduga melakukan bullying," tutup Basuki.

Walaupun sudah ada permintaan maaf dari pelaku, pihak sekolah tetap berencana melakukan pembinaan terhadap 4 orang tenaga pendidik berikut dengan belasan siswa yang terlibat dalam perundungan pada korban K.

 

Editor : Muldianto

Reporter : Melinda Eka Pertiwi

Wilayah