Skip to main content

Siswa Dicolok Tusuk Bakso Trauma dan Minta Pindah Sekolah

Jakarta, Siberspace.id -- Siswi (SA) dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya hingga alami kebutaan kini memilih untuk pindah sekolah. SA sempat mengalami trauma dan enggan untuk melanjutkan sekolah akibat tindak penganiayaan yang ia alami di sekolahnya. Rabu (20/9/2023)

 

Samsul Arif selaku ayah korban mengatakan bahwa keinginan anaknya SA ingin meneruskan sekolah namun bukan di sekolah sebelumnya. 

 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Pemkab melalui Dinas Pendidikan, bakal mengupayakan dan memfasilitasi korban untuk pindah sekolah.

 

"Kebetulan saya bersama kepala Dinas Pendidikan. Insya Allah dalam waktu dekat, dalam satu minggu ini difasilitasi Dinas Pendidikan untuk mencoba mengajak melihat sekolah yang akan ditempati, artinya ada perpindahan sekolah," ujar Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani, Rabu (20/09/2023).

 

Bupati Gresik dan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom sempat berkunjung ke rumah SA di Kecamatan Menganti, Gesik, Jawa Timur usai SA menjalani pemeriksaan psikologi di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

 

Gus Yani menyampaikan bahwa pihak mereka telah meninjau beberapa sekolah terdekat sebagai tempat SA untuk melanjutkan menimba ilmu nantinya.

 

"Di beberapa desa tetangga ada sekolahan terdekat, SD Negeri. Mana yang cocok, mana yang menyenangkan. Semoga bisa menyenangkan dan dapat beraktivitas kembali untuk sekolah. Karena adik SAH masih kelas 2 dan punya harapan panjang, melanjutkan cita-cita yang bisa diraih," Ujar Gus Yani

 

Selain itu, Bupati Gresik itu juga menyampaikan bahwa Pemkab Gresik melalui RSUD Ibnu Sina Gresik juga akan membantu SA dalam melakukan pemeriksaan gangguan penglihatan yang dialami.

 

Namun, dari rekaman yang sudah di sita polisi tidak menemukan pada taggal kejadian. Pasalnya, rekaman CCTV itu bisa hanya dilihat 12 hari ke belakang, sementara laporan baru diterima 28 Agustus, dan insiden terjadi pada 7 Agustus.

 

Hal itu diungkap oleh Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan.

 

"Kami belum bisa memastikan rekaman CCTV karena rekaman CCTV ini kejadian tanggal 7, sedangkan kami mendapat laporan tanggal 28 Agustus. Jadi sudah terhapus karena kapasitasnya 12 hari," ujarnya Rabu (20/9/2023)

 

Reporter : Hendra

Editor : Muldianto

Wilayah