Heboh Gempa Megathrust! BMKG : Waspada, Tidak Ada yang Tahu Kapan Terjadi

Bengkulu, Siberspace.id -- Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan adanya gempa megathrust yang dinyatakan akan segera terjadi di Indonesia. Sabtu (17/8/2024)
Gempa megathrust adalah gempa yang terjadi di zona subduksi, di mana lempeng samudera menunjam ke bawah lempeng benua.
Proses ini menciptakan medan tegangan di bidang kontak antarlempeng, yang dapat bergeser tiba-tiba dan memicu gempa bumi besar. Gempa ini, jika terjadi di laut, berpotensi memicu tsunami yang bisa menyebabkan kerusakan hebat di wilayah pesisir.
Karena hal ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mengimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk tidak panik dan tetap waspada terkait potensi gempa Megathrust Enggano dengan magnitudo maksimal mencapai 8,9.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tidak panik terkait isu gempa megathrust, sebab kita tahu bahwa memang Bengkulu potensi kegempaan cukup tinggi," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Kepahiang Yoki Gustiawan.
Ia menyebutkan Provinsi Bengkulu terdapat dua segmen potensi gempa yaitu Megathrust Enggano dan segmen Megatrust Mentawai - Pagai bermagnitudo 7,9 yang berdampak langsung di Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara.
Jika terjadi gempa Megathrust Enggano, kata dia, maka dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat berupa tsunami. Namun diharapkan gempa tersebut tidak terjadi.
"Untuk daerah Bengkulu ada segmen Megathrust Enggano, memang berpotensi berdasarkan kajian yang telah dilakukan. Namun kapan bisa terjadinya, kita tidak tahu. Tapi kita tetap waspada dan selalu berdoa. Sebab semuanya kembali ke Yang Kuasa dan tidak ada yang tahu kapan terjadinya," ujar Yoki.
Dengan adanya potensi tersebut, Yoki mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pantai, jika terjadi gempa dengan durasi yang lama untuk segera mengevakuasi mandiri tanpa harus menunggu aba-aba dari pemerintah atau pihak lain, serta selalu memastikan bahwa informasi kegempaan benar-benar dari instansi resmi BMKG.
Reporter : Edoin
Editor : Melinda
- 250033 views