Harga Santan Melonjak Tajam di Pasar Tradisional Kota Bengkulu
Bengkulu, Siberspace.id -- Kenaikan harga santan di pasar tradisional Kota Bengkulu semakin terasa sejak awal tahun 2025. Berdasarkan pantauan di Pasar Panorama, harga santan yang sebelumnya berada di kisaran Rp 18.000 per kilogram pada Desember 2024, terus merangkak naik hingga mencapai Rp 30.000 per kilogram pada Sabtu (22/2/2025). Kenaikan harga ini dianggap sebagai dampak dari terbatasnya pasokan kelapa, yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari perusahaan santan yang membeli kelapa langsung dari petani.
Nurhayati, seorang ibu rumah tangga yang tengah berbelanja di Pasar Panorama, mengungkapkan keluhannya.
“Harga santan sudah sangat tinggi, terus naik. Penyebabnya karena banyak perusahaan dari Pulau Jawa yang membeli kelapa dari petani untuk dijadikan santan,” jelasnya.
Menurut pedagang santan di pasar tersebut, Roni, kenaikan harga santan ini terkait langsung dengan kondisi kelapa yang semakin langka. Para petani kelapa lebih memilih menjual hasil pertanian mereka kepada perusahaan karena harga yang lebih menguntungkan.
“Perusahaan membeli kelapa dari petani dengan harga Rp 6.000 per butir, sementara kami hanya bisa membeli seharga Rp 3.500 per butir. Akibatnya, petani lebih memilih menjual kelapanya ke perusahaan,” kata Roni.
Hal ini membuat Roni dan rekan sesama pedagang santan menghadapi kesulitan dalam memperoleh pasokan kelapa. Seiring berjalannya waktu, mereka terpaksa menaikkan harga jual santan untuk menyesuaikan dengan biaya produksi yang terus meningkat.
“Kenaikan harga kelapa yang berlangsung selama empat bulan terakhir membuat pasokan kami semakin terbatas,” tambahnya.
Senada dengan Roni, pedagang lainnya, Ipul, mengungkapkan kesulitan serupa. Ia memerlukan sekitar 600 butir kelapa per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Namun, karena petani lebih tertarik menjual kelapa kepada perusahaan, pasokan kelapanya semakin berkurang.
“Sulit sekali untuk mendapatkan kelapa, akhirnya kami kesulitan menyediakan santan bagi pelanggan,” ujar Ipul.
Sebagai alternatif, Nurhayati mencoba mengatasi mahalnya harga santan dengan membeli kelapa parut yang ia proses sendiri.
“Saya membeli kelapa parut 500 gram seharga Rp 10.000 dan memerasnya sendiri untuk membuat santan,”
katanya. Ia juga memperkirakan harga santan akan terus meningkat menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, di mana permintaan santan biasanya akan semakin tinggi.
“Sudah pasti harga santan akan semakin mahal saat Ramadan dan Lebaran nanti,” tambahnya.
Dengan kondisi ini, para pedagang dan ibu rumah tangga di Kota Bengkulu harus cermat mencari solusi untuk mengurangi dampak dari lonjakan harga santan yang terus melonjak.
Reporter : Edoin
Editor : Melinda
- 250076 views