Dinas Kesehatan Asahan Lakukan Penyelidikan Epidemiologi dan Fogging Usai Temuan Kasus DBD di Kelurahan Gambir Baru
sibersapce.id, Asahan – Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan bergerak cepat melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) sebagai tindak lanjut atas ditemukannya satu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Gambir Baru. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) dengan melibatkan tim surveilans, petugas program DBD, bidan desa, serta kepala lingkungan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
Penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko penularan DBD di sekitar tempat tinggal pasien sekaligus menentukan langkah-langkah pengendalian yang diperlukan guna mencegah munculnya kasus baru.
Dari hasil pemantauan di lapangan, petugas masih menemukan sejumlah kondisi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yakni vektor penyebab Demam Berdarah Dengue. Beberapa faktor risiko yang ditemukan antara lain pakaian yang bergantungan di dalam kamar serta keberadaan barang-barang bekas di sekitar rumah, seperti ban dan drum bekas yang berpotensi menampung air hujan dan menjadi lokasi perkembangbiakan jentik nyamuk.
Selain melakukan pemeriksaan lingkungan, tim juga memberikan edukasi kepada keluarga pasien dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi tersebut menekankan perlunya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala Demam Berdarah Dengue.
Sebagai tindak lanjut dari hasil penyelidikan epidemiologi, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan melaksanakan pengasapan (fogging) di wilayah sekitar lokasi kasus pada Selasa (7/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi populasi nyamuk dewasa sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan DBD, disertai dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang melibatkan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mengingatkan bahwa fogging bukan merupakan satu-satunya solusi dalam pencegahan DBD. Keberhasilan pengendalian penyakit sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Masyarakat diimbau untuk secara rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menampung air, serta melakukan berbagai upaya tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk, seperti menggunakan kelambu atau obat anti nyamuk.
Melalui sinergi antara petugas kesehatan, pemerintah setempat, dan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan berharap penyebaran Demam Berdarah Dengue dapat ditekan sehingga masyarakat terhindar dari risiko penularan penyakit. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dari rumah menjadi langkah paling efektif dalam mencegah munculnya kasus DBD di kemudian hari.(prasetio)
- 250017 views