Ada Seorang Warga Palembang Jadi Korban Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang
Bengkulu, Siberspace.id - Salah seorang korban Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang gadungan asal Banjarnegara ternyata warga Palembang, Sumatera Selatan. Korbannya, Mulyadi (47), warga Lr Bakti, Pakjo, seorang developer sudah setahun terakhir. Sejak dia pergi ke Desa Balun, lokasi tempat ditemukannya 12 mayat yang jadi korban pembunuhan berantai Mbah Slamet. Ahmad Hidayat, adik kandung Mulyadi mengatakan, kakaknya terakhir meninggalkan rumah pada Oktober 2021 lalu.
“Sampai saat ini artinya sudah satu tahun lebih,” ucap Dayat di area pemakaman para korban pembunuhan dukun Slamet pada wilayah Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Selasa (4/4/23)
Jumlah korban bertambah dua dari 10 jadi 12. “Kemarin 10, hari ini (kemarin) ada dua lagi ditemukan di ladang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Andri Sulityo. Rata-rata jenazah dalam kondisi rusak. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy menyatakan, petugas masih masih mengidentifikasi para korban dukun Slamet. Aksi pembununan berantai ini dilakukan sejak 2020.
Kasus pembunuhan berantai ini terungkap setelah GE, anak PO salah seorang korbannya melapor ke Polres Banjarnegara pada 27 Maret 2023 lalu. GE mengaku diajak ayahnya (PO) bertemu seseorang di Banjarnegara pada Juli 2022, naik bus dari Sukabumi menuju Wonosobo. Sampai di Wonosobo, PO dan GE bertemu Mbah Slamet yang selanjutnya mengajak mereka ke rumahnya di Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara. Ketika di rumahnya, Mbah Slamet mengajak PO ke dalam salah satu ruangan, sedangkan GE diminta menunggu di luar.
Selanjutnya pada 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri bertemu Mbah Slamet naik Wuling hitam. Sesampainya di Banjarnegara pada 23 Maret 2023, PO sempat berkomunikasi dengan SL, anaknya yang lain yakni adik dari GE. (Cdy)
- 250115 views