Dukung “Gempur Rokok Ilegal”, Pemkab Jember Serahkan Mobil Operasional Baru ke Satpol PP di Momen HUT RI ke-81
Siberspace.id, Jember - Di tengah semarak peringatan HUT RI Ke-81, Senin 17 Agustus 2026, Alun-alun Jember menjadi saksi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Jember dalam melindungi penerimaan negara dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember secara resmi menyerahkan 1 unit mobil operasional baru kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jember.
Penyerahan ini bukan sekadar simbol. Ia adalah amunisi baru dalam perang melawan peredaran rokok ilegal yang kian meresahkan.
Mobil operasional ini dibeli dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Artinya, dana yang berasal dari cukai tembakau dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk perlindungan dan penegakan hukum.
Bupati Jember, Gus Fawait, secara langsung menyerahkan kunci kendaraan tersebut di hadapan jajaran Forkopimda dan masyarakat.
“Keberadaan armada ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, khususnya dalam menjangkau wilayah penegakan hukum hingga ke pelosok desa,” tegas Bupati saat memberikan sambutan.
Bagi Pemkab, ini adalah bentuk tanggung jawab. Cukai yang dibayar rakyat harus dijaga. Dan penegak aturan harus diberi alat untuk bekerja.
Jember dikenal sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur. Menjangkau 31 kecamatan, 226 desa, dan 22 kelurahan bukan pekerjaan mudah. Selama ini, keterbatasan armada menjadi kendala utama personil di lapangan.
Bambang Rudianto, Kepala Satpol PP Kabupaten Jember, menyambut baik bantuan tersebut dengan penuh semangat.
“Selama ini tantangan di lapangan adalah luasnya wilayah Jember. Mobil operasional baru ini akan sangat membantu personil bergerak lebih cepat dan responsif saat melakukan patroli maupun menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai peredaran rokok tanpa pita cukai resmi,” ujarnya.
Mobil ini akan langsung diterjunkan. Tidak menunggu lama. Tim gabungan Satpol PP bersama Kantor Bea Cukai, aparat penegak hukum, dan instansi terkait akan menggunakannya untuk operasi mendadak, razia, hingga patroli rutin.
Program Gempur Rokok Ilegal bukan tanpa alasan. Dampak rokok ilegal sangat nyata:
1. Merugikan negara. Penerimaan cukai bocor, padahal dana itu dipakai untuk kesehatan, pendidikan, dan pembangunan.
2. Merusak pasar. Produk ilegal dijual murah tanpa aturan, mematikan pelaku usaha yang taat hukum.
3. Mengancam kesehatan. Produk tanpa pita cukai resmi tidak terjamin standarnya.
Dengan tambahan mobil operasional, Pemkab Jember berkomitmen untuk 3 hal utama:
1. Memperluas jangkauan razia ke toko dan distributor hingga ke pelosok desa.
2. Mempercepat mobilitas tim gabungan saat ada operasi mendadak dan laporan masyarakat.
3. Meningkatkan edukasi langsung ke masyarakat mengenai bahaya dan kerugian rokok ilegal.
Di akhir penyerahan, Pemkab Jember juga menyampaikan imbauan terbuka. Perang melawan rokok ilegal tidak bisa hanya dilakukan pemerintah.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi produksi maupun peredaran rokok ilegal di lingkungan sekitar. Mari kita jaga bersama demi pembangunan daerah yang optimal,” imbau Pemkab.
Momentum HUT RI ke-81 ini menjadi pengingat. Kemerdekaan harus diisi dengan keberanian memberantas yang salah.
Dengan mobil baru ini, Satpol PP Jember kini punya tenaga lebih untuk menjaga kedaulatan ekonomi daerah, rupiah demi rupiah.
Karena menjaga negara, dimulai dari menjaga apa yang menjadi hak kita bersama. (dik)
- 5 views