Bukan Sekadar Candaan, DP3AP2KB Provinsi Bengkulu Ingatkan Bahaya Bullying
Siberspace.id, Seluma - Ejekan, perkataan yang merendahkan, dan candaan berlebihan yang menyakiti orang lain merupakan perilaku yang tidak boleh dianggap wajar. Anak dan remaja perlu memahami bahwa kekerasan tidak hanya terjadi melalui tindakan fisik, tetapi juga dapat berbentuk kekerasan verbal dan perundungan melalui media sosial.
Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam sosialisasi pencegahan bullying dan kekerasan terhadap anak yang digelar DP3AP2KB Provinsi Bengkulu di Aula SMAN 10 Kabupaten Seluma, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan melalui Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak tersebut mengangkat tema “Mari Kita Bebaskan Bumi Merah Putih dari Tindakan Bullying dan Kekerasan terhadap Anak”.
Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Ns. Gusti Miniarti, S.Kep., M.H., mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melindungi anak dari kekerasan.
Menurutnya, anak perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu membedakan perilaku bercanda yang sehat dengan tindakan yang merendahkan, menyakiti, atau merugikan orang lain.
“Harapan kita, anak-anak di Provinsi Bengkulu terhindar dari perilaku kekerasan dan mampu memahami tindakan yang termasuk kekerasan, meskipun terkadang dianggap sebagai hal biasa,” ujarnya.
Ia berharap sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai perkembangan mental anak, bentuk-bentuk kekerasan, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang mereka.

Kepala Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Hastuty Mahdalena, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa siswa perlu berperan aktif dalam mencegah kekerasan. Jika melihat teman menjadi korban, siswa diharapkan tidak tinggal diam dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada guru BK atau pihak sekolah.
Narasumber psikologi, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., dari HIMPSI Wilayah Provinsi Bengkulu sekaligus dosen psikologi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, menekankan pentingnya keberanian korban untuk berbicara. Menurutnya, korban perlu mendapatkan dukungan agar berani mengungkapkan pengalaman dan memperoleh pendampingan yang dibutuhkan.
Panit PPA Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu, Freddy Simaremare, S.H., turut menyampaikan materi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak.
Kepala SMAN 10 Kabupaten Seluma, Misnur Agustina, S.E., M.Pd., yang juga memberikan materi tentang kenakalan remaja, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat adab, ilmu, dan karakter para siswa.
Sosialisasi yang diikuti 65 peserta, mayoritas siswa SMAN 10 Kabupaten Seluma, ini diharapkan menjadi sarana meningkatkan kesadaran remaja untuk menghormati sesama, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta berani mencari bantuan saat mengalami atau menyaksikan kekerasan.
Melalui pemahaman tersebut, lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, berkembang, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
- 250048 views