29 Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Malabero Bengkulu Hirup Udara Bebas, Penuh Haru
Bengkulu, Siberspace.id - 29 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu hari ini dapat menghirup udara bebas. Hal ini dikarenakan mereka mendapatkan Program Pembinaan Luar berupa Asimilasi dan Pembebasan Bersyarat.
Suasana haru membiru setelah pintu utama dibuka, para WBP berlari bahagia menghampiri pihak keluarga yang telah menanti di luar. Ada yang bertemu dengan istri dan anak, ada juga yang bertemu dengan ibu dan pihak keluarga lainnya. Kepala Rumah Tahanan Negara
Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony, didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi menjelaskan, pihak Rutan memang memberikan kesempatan kepada pihak keluarga untuk dapat bertemu langsung dengan para WBP usai mereka keluar dari Rutan, namun demikian lanjut Karutan, ke 29 WBP tersebut tetap diserah terimakan ke pihak Bapas Bengkulu untuk selanjutnya menjalani program pembinaan luar.
"Hari ini kita sengaja mengajak para keluarga WBP yang mendapatkan program Asimilasi dan PB untuk berkumpul di Rutan. Harapan kita, semoga dengan adanya program Asimilasi dan PB ini para WBP dapat bersyukur dan menyadari kesalahannya, meminta maaf dengan pihak keluarga dan berjanji untuk tidak mengulangi tindak pidana apapun," ucap Karutan.
Lebih lanjut Karutan juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan asimilasi tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-186.PK.05.09 Tahun 2022 Tentang Penyesuaian Jangka Waktu Pemberlakuan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.
Dimana menurut Kaurtan berdasarkan Kepmenkumham terbaru tersebut Program Asimilasi dapat diberikan kepada narapidana dengan masa 2/3 pidananya tidak melewati 31/06/22.
"Jadi hari ini ada 28 narapidana yang mendapatkan Asimilasi pencegahan covid-19 dan 1 orang menjalani Pembebasan Bersyarat. Jadi ini bukan bebas murni. Hanya saja mereka menjalani sisa pidana di luar dengan pengawasan dari pihak PK (Pembimbing Kemasyarakatan) Bapas Bengkulu. Nanti kegiatan para WBP dalam menjalani program Asimilasi tersebut akan dirancang oleh PK sesuai dengan hasil asesmen yang telah dilakukan," jelas Karutan. (Cindy)
- 250031 views